Laman

Rabu, 01 Desember 2010

pemasangan BTS untuk wilayah yang maju

BTS untuk Wilayah yang Maju

Rabu, 29 April 2009 | 13:41 WIB

Yogyakarta, Kompas - Pendirian menara base transceiver station untuk memperkuat jaringan telekomunikasi sangat tergantung pada kondisi daerah. PT Telkom selaku perusahaan penyedia jasa telekomunikasi cenderung membangun BTS di daerah yang perekonomiannya lebih maju.
General Manager Telkom Yogyakarta Nyoto Priyono menuturkan, pembangunan BTS diprioritaskan di daerah yang memang perlu. Selain faktor jumlah penduduk sebagai pengguna layanan telekomunikasi, kegiatan ekonomi di daerah tersebut menjadi bahan pertimbangan. "Dengan pertimbangan semacam itu, saat ini jaringan telekomunikasi dari Telkom telah menyebar ke sebagian besar wilayah di DIY dan Kedu," katanya, Selasa (28/4).
Namun, prioritas semacam itu membuat sejumlah kawasan tidak terjangkau sinyal Telkom. Menurut Nyoto, Gunung Kidul merupakan salah satu wilayah dengan titik blank spot yang cukup banyak. "Kalau di permukiman, semua relatif sudah ada jaringannya. Tapi, daerah selatan seperti di Pantai Sadeng memang belum tersentuh," ujarnya.
Kawasan Permukiman
Saat ini, di Gunung Kidul, Telkom telah memiliki sembilan BTS di kawasan permukiman. BTS-BTS tersebut dinilai telah menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan telekomunikasi.
Nyoto menuturkan, tahun ini Telkom akan membangun 30 BTS baru. Semuanya akan dibangun di daerah perkotaan dan pusat perekonomian. "Lalu lintas telekomunikasi di kota sangat tinggi sehingga perlu BTS tambahan agar kualitasnya lebih bagus," tuturnya.
Khusus untuk kawasan selatan Gunung Kidul, lanjut Nyoto, jumlah penduduk dan kegiatan perekonomiannya masih minim. Apalagi, kondisi medan yang berbukit-bukit membuat biaya pemasangan BTS lebih tinggi.
Pemasangan BTS di daerah datar membutuhkan biaya sekitar Rp 4 miliar. Namun, untuk memasang BTS di Sadeng, Telkom membutuhkan biaya hingga empat kali lipat karena harus banyak memasang pemancar agar sinyal bisa melewati bukit.
Nyoto menambahkan, pembangunan BTS di kawasan selatan juga terkendala masalah listrik. Sampai saat ini belum semua wilayah dilewati jaringan listrik.
Secara terpisah, Asisten Muda Hukum dan Humas PT PLN Area Pelayanan dan Jaringan Yogyakarta FP Koesno mengatakan, di Gunung Kidul ada beberapa dusun yang belum mendapat pasokan listrik. Jika ingin memasang BTS, perusahaan seperti Telkom bisa menggunakan generator set. Namun, biayanya akan dua kali lipat lebih mahal dibandingkan listrik PLN. "Tahun ini tidak ada rencana pengembangan jaringan listrik. Tapi, ke depan pasti ada. Cuma kami belum bisa memastikan waktunya," katanya. (ARA)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar